Sejarah

PDFCetakE-mail

Sebagai sebuah wilayah kecil disebuah kecamatan, Desa Sindanglaya tentunya tidak memiliki arti sejarah yang berarti, luas wilayahnya yang hanya ± 251 Ha merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kota Cipanas yang merupakan muka Kabupaten Cianjur dari sebelah Utara arah ke Bogor-Jakarta. Desa Sindanglaya sendiri merupakan wilayah hasil pemekaran dari Desa Cipanas yang merupakan Desa paling tua diwilayah ini. Berdasarkan SK Bupati KDH Tk. II Cianjur Nomor : 100/HK.021.1/PM/015.3/1977 tanggal 1 Oktober 1977 secara resmi telah terbentuk sebuah wilayah pemerintahan desa yang bernama Sindanglaya, nama Sindanglaya sendiri diambil dari nama sebuah Kampung yang merupakan bagian dari wilayah desa baru ini.  Kata Sindanglaya merupakan sebutan dari bahasa Sunda yang terdiri dari dua suku kata yaitu Sindang dan Laya, Sindang memiliki arti bertandang atau singgah dan Laya memiliki arti yang beragam dimana sebagian orang menyebutkan Laya berawal dari kata Perlaya yang artinya meninggal, mati dan berakhir dan sebagian lagi mengatakan Laya berasal dari kata awal Heula yang berarti dulu atau terlebih dahulu. Kampung Sindanglaya dulunya tempat peristirahatan tentara Belanda pada masa penjajahan.

Sebagaimana adat kebiasan masyarakat tatar Sunda dan Jawa pada umumnya memang pemberian nama sebuah wilayah biasanya didasarkan pada keadaan alam, kondisi atau situasi yang terjadi diwilayah itu, sebagai gambaran nama-nama kota atau wilayah di Kabupaten Cianjur misalnya seperti hal sebagai berikut ini :

  • Cianjur merupakan nama sungai dibelakang Pendopo Kabupaten saat ini yang bernama Cianjur.
  • Sayang Heulang nama sebuah wilayah di kota Cianjur yang berarti tempat atau sarang burung elang.
  • Loji, dibeberapa wilayah di Cianjur ada wilayah yang bernama Loji yang berarti gudang penyimpanan kopi, teh dan hasil bumi lainnya.
  • Gadog merupakan nama sebuah pohon yang biasanya tumbuh disekitar aliran sungai, dll.

 

MASA PENJAJAHAN

Memperhatikan bukti sejarah dipadukan dengan kondisi umum wilayah Cianjur jelas terlihat bahwa wilayah inipun tidak terlepas dari belenggu penjajahan baik itu masa kerajaan Mataram, Belanda, Inggris maupun Jepang. Wilayah Jampang di selatan sampai Pacet di Utara merupakan wilayah tanam paksa dan culture stelsel yang sampai saat ini peninggalannya masih bisa terlihat berupa perkebunan teh dan karet serta bangunan-bangunan tua peninggalan masa penjajahan.

Mengenai wilayah Pacet yang pada bulan Desember 2004 telah dimekarkan menjadi 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Pacet dan Kecamatan Cipanas bahkan memiliki bukti yang jelas tentang kehadiran para penjajah, khususnya Belanda, mengingat wilayahnya yang merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian 1100 dpl, berudara sejuk dan sangat dekat dengan Bogor (Buitenzorg) yang merupakan penyangga kota Batavia sangat cocok sebagai tempat peristirahatan. Bukti sejarah yang sampai saat ini masih ada diwilayah Pacet ini misalnya :

  • Istana Cipanas

Istana Cipanas dibangun pada tahun 1742 oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem baron Van Imhoff, yang juga menggagas Puri Buitenzorg. ia memulai ekspedisinya yang diikuti oleh dua orang anggota Raad van Indie (Dewan Hindia), seorang dokter, seorang juru ukur tanah, dan seorang pendeta. Ekspedisi ini dikawal sepasukan grenadiers VOC yang dipimpin oleh seorang letnan Kolonel.

Ekspedisi ini mencapai Kampung Baru pada 23 Agustus 1742. Melihat keindahan dan keasrian alam pegunungan dikawasan ini ia menamai kawasan itu dengan nama Buitenzorg (pada saat itu masih dieja sebagai Buyten Sorg, yang berarti : tanpa peduli, atau without worry dalam bahasa Inggris, sans souci dalam bahasa perancis). Bahkan pada saat itu ia sudah bercita-cita untuk membangun rumah peristirahatan bergaya puri di situ.

Dua hari kemudian rombongan Van Imhoff tiba di Cisarua. Ditempat sejuk ini Dokter Jordens menyetujui rencana sang Gubernur Jenderal untuk mendirikan rumah sakit VOC. Dari sana rombongan terus mendaki kearah Puncak. Pada sore hari mereka tiba disebuah sumber air panas yang menyembur di bawah sebatang pohon karet munding. Cipanas, yang berarti air panas dalam bahasa sunda, dicatat Van Imhoff sebagai lokasi yang berjarak 24 paal dari Buitenzorg. Ia segera berhasrat membangun sebuah rumah tetirah di tempat itu. Bahkan ia langsung mengutus juru ukur untuk membuat peta dan mematok kapling untuk bangunan yang dicita-citakannya.

Dalam tahun itu juga, rumah tetirah di Cipanas itu mulai di bangun. Tukang –tukang kayu didatangkan khusus dari Tegal dan Banyumas, artisan yang dikenal rajin dan rapi garapannya.

Sketsa dasar bangunannya dibuat sendiri oleh Van Imhoff. Villa itu selesai empat tahun kemudian. Selama masa pembangunan itu, Van Imhoff sering datang menengok, sekaligus untuk berendam air panas. Dokter pribadinya bahkan menyarankan untuk minum air sumber itu-yang diketahui mengandung belerang dan zat besi-dicampur dengan susu karena mempunyai khasiat penyembuhan.

Rumah perisitirahatan ini akhirnya menjadi tempat peristirahatan para Gubernur Jenderal sampai sekarang pada masa kemerdekaan menjadi Istana Cipanas. Tercatat beberapa Gubernur Jendral yang pernah menjadikan rumah peristirahatan Van Imhoff ini sebagai tempat tinggal seperti Gubernur Jenderal Andreas Cornelis De Graeff, Bonifacius Cornelis De jonge, dan Tjarda Van Starkenborgh-Stachouwer, bahkan Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles Letnan Gubernur Inggris, pernah menempatkan beberapa ratus orang di Cipanas untuk berkebun apel, bunga dan sayur, beternak sapi dan ayam, serta bekerja di penggilingan padi. Hasil produksi Cipanas ini berupa daging ging, susu, buah, sayur, padi dan bunga dikirim ke Buitenzorg dan Batavia untuk memenuhi kebutuhan para pejabat masa itu.

  • Gedong Belenong (tahun 2002 dibongkar pemiliknya)
  • Kantor Polsektif Pacet (dulunya tangsi militer Belanda)
  • Taman Wisata Cibodas
  • Kantor Pos Sindanglaya

 

MASA KINI

Memperhatikan sekelumit paparan tentang sejarah diatas, dihubungkan dengan keberadaan Pemerintah Desa Sindanglaya tentu sedikit sekali relevansinya, namun apabila kita melihat betapa pentingnya arti sejarah, kita harus turut berpatipasi membantu dalam pemeliharaan dan melestarikan sejarah, untuk kita wariskan kepada generasi yang akan datang.

Berita Desa

Realisasi DD TA. 2017

 Penggunaan Dana Desa (DD) Pemerintah Desa Sindanglaya tahap 1  1. Rehabilitasi Cor Beton Jalan Kp....

Desa Sindanglaya Rekrut Perangkat Desa

SINDANGALAYA-Terbitnya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dimana sesuai Pasal 53 bahwa...

Kelola APBDesa, Sekdes se-Kab. Lampung Utara Bertamu ke Sindanglaya

Sebagai tindak lanjut kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan Desa Bagi Para Sekretaris Desa...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Foto Kegiatan

Kami memiliki 54 tamu online

Kalimat Bijak

“The past is not always as the way you want, but the future can be designed as you like.”

Masa lalu tidak selalu seperti yang Anda inginkan, tetapi masa depan bisa didesain agar sesuai dengan keinginan anda.